Digitalisasi semakin mengubah cara masyarakat melakukan sesuatu, termasuk mendengarkan musik. Awal munculnya media pemutaran musik hanya bisa disimpan dalam piringan hitam, pita kaset dan CD yang tersedia di record store. Berkembangnya teknologi pada musik membuat budaya baru mendengarkan musik, yaitu melalui digital streaming platform. Platform ini memungkinkan penikmat musik mendengarkan lagu dimanapun, kapanpun dan dalam situasi apapun. Akan tetapi kemajuan ini tidak sebanding dengan penghasilan yang diterima musisi/manajemen. Mutasi besar-besaran membuat musisi enggan untuk merilis karya secara fisik karena terhitung turun peminatnya semenjak dominasi digital streaming platform. Musisimusisi kembali memikirkan bagaimana caranya mensiasati budaya digital dalam memasarkan musik agar tetap produktif dan meraih profit dari karyanya, serta sikap melawan dominasi digital dalam publikasi musik.
Copyrights © 2024