Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk teks berita kasus korupsi Setya Novanto pada media online liputan6.com edisi September-Desember 2017 agar dapat mengetahui tek-teks tersebut yang menghubungkan antara media dan masyarakat dalam membangun suatu teks wacana. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan penelitian yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif yang berarti data yang dihasilkan berupa kata-kata dalam bentuk kutipan. Aspek-aspek Fairclough mempunyai tiga dimensi yang menunjang penelitian, yakni Teks, Praktik Wacana, dan Praktik Sosialkultural untuk mengungkap keterlibatan hukum Setya Novanto pada kasus korupsi e-KTP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media lebih dominan membicarakan perihal alasan Setya Novanto yang sering tidak hadir ketika pemeriksaan KPK padapemberitaan Liputan6.com sehingga masyarakat beranggapan tindakan tersebut merupakan tidak kooperatifnya Setnov dengan hukum. Dengan digunakannya aspek-aspek tersebut dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis selanjutnya untuk melakukan penelitian yang sama terkait teks berita dengan pendekatan linguistik forensik. Kata Kunci : Wacana Fairclough, Linguistik Forensik, dan Liputan6.com.
Copyrights © 2018