Penelitian mengenai pembentukan identitas melalui fashion yang dikenakan ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bagaimana cara mahasiswa khususnya dalam penelitian ini mengidentitaskan dirinya melalui pakaian. Dalam hal ini, fashion atau pakaian dimaknai sebagai sebuah komunkasi non-verbal karena terdapat pesan dan kesan yang ingin disampaikan oleh pemakainya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi yang memiliki tujuan untuk mengamati dan memahami esensi dari sebuah fenomena pakaian yang digunakan oleh mahasiswa serta mempermudah penelitian dalam hal penambilan data. Pengambilan data dilakukan melalui tahapan observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan identitas yang terbentuk melalui pakaian terjadi karena pemakainya sengaja mengatur dan memperdulikan penampilannya dalam kehidupan bersosial. Penelitian ini melihat konsep dramaturgi sebagai landasan dalam pembentukan identitas melalui pakaian yang dikenakan oleh mahasiswa Unesa dengan melihat segala persiapan dan pemahaman dibaliknya untuk membantu proses dari pembentukan tersebut. Fashion dalam penelitian ini digunakan karena pemakainya menginginkan identitas yang berkesan santai, mudah bergaul, dan friendly agar mudah diterima oleh lingkungan.
Copyrights © 2022