Prostitusi merupakan salah satu permasalahan sosial yang berada di Kota Surabaya, Pemerintahan Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya melalui strategi branding di kawasan lokalisasi moroseneng, lokalisasi ini telah resmi ditutup dan diubah menjadi salah satu objek kampung wisata, sehingga diharapkan dapat merubah citra yang lebih positif pada kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis strategi branding pada eks lokalisasi moroseneng surabaya yang telah menjadi kampung wisata anggrek sememi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan (1) Pemerintahan Kota Surabaya telah melakukan strategi branding sesuai dengan empat tahapan antara lain: brand positioning; sebagai kampung wisata edukasi, brand identity; perubahan identitas dari kawasan prostitusi moroseneng menjadi kampung wisata anggrek sememi, brand personality; melalui pemberdayaan masyarakat dalam bidang perekonomian dan edukasi, dan brand communication; promosi melalui social media, event dan artikel media massa (2) Terdapat hambatan-hambatan dalam strategi branding yang dilakukan di kampung anggrek sememi yaitu perubahan pola pikir masyarakat, fasilitas yang belum memadai, serta dampak pandemi covid-19.
Copyrights © 2023