Adanya perkembangan teknologi membuat banyak orang menggunakan media sosial seperti contohnya instagram. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan kampanye #ImPerfectBeauty dimana kampanye ini menyalurkan pemikiran-pemikiran perempuan mengenai kecantikan. Maraknya beauty standard yang memberikan pandangan bahwa perempuan cantik ialah orang yang putih, tinggi dan langsing akhirnya membuat beberapa orang yang tidak sesuai dengan standard itu merasa tidak percaya diri. Melalui kampanye #ImPerfectBeauty perempuanperempuan ini dapat menyalurkan pemikiran bahwa setiap perempuan memiliki keunikannya masing-masing. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri yang dimiliki pada perempuan yang mengikuti kampanye #ImPerfectBeauty. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan paradigma interpretative. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan informan dan observasi tak langsung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data dapat diketahui bahwa perempuan yang mengikuti kampanye #ImPerfectBeauty memiliki konsep diri yang positif yang dipengaruhi oleh significant other dan referemce group serta memiliki rasa penerimaan diri akan kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya dengan adanya ingin meningkatkan skill yang dimilikinya.
Copyrights © 2023