Skripsi ini mengkaji tentang fenomena identitas diri yang ditampilkan oleh mahasiswa sebagai sexy dancer. Sebuah profesi sampingan menambah penghasilan dan yang menjadi wadah untuk menyalurkan hobi gemar menari. Mahasiswa dengan profesi sebagai sexy dancer club malam,memainkan berbagai peran dan mengambil identitas yang relevan untuk mendefinisikan sesuatu yang ingin ditonjolkannya. Terdapat beberapa simbol yang termasuk dalam presentasi diri yang dilakukan dapat berupa komunikasi non verbal yang dapat digunakan untuk memperkuat identitas peran yang sedang dimainkan pada saat itu. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui fenomena identitas diri sexy dancer yang mayoritas adalah seorang mahasiswa dengan background pendidikan yang tinggi. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan pengamatan kepada 4 informan. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori Dramaturgi Erving Goofman. Hasil penelitian menunjukkan kehidupan panggung depan (fornt stage) sexy dancer melakukan perannya secara all out atau professional, dilakukan dengan powerfull, menggunakan make up, kostum sexy dengan dibantu tatanan lampu gemerlap menyesuaikan dengan lighting yang ada. Sedangkan saat di belakang panggung (backstage) menampilkan dirinya sendiri tetapi dengan versi yang lebih santai tidak menggunakan makeup tebal, kostum sexy, hanya berpenampilan seperti mahasiswa pada umumnya, juga tergabung dalam komunitas-komunitas tertentu bersosialisasi secara lebih luas.
Copyrights © 2023