Persediaan merupakan salah satu komponen terpenting bagi perusahaan, karena berperan sebagai sumber investasi yang berharga dan memiliki dampak besar pada operasional bisnis sehari-hari. Kebijakan yang mengatur proses penilaian persediaan akan berdampak pada informasi yang terdapat dalam laporan keuangan, termasuk neraca dan laporan laba rugi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemilihan metode penilaian persediaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode penilaian persediaan yang variabel bebasnya adalah ukuran perusahaan, leverage, intensitas persediaan, dan laba sebelum pajak, sedangkan variabel terikatnya adalah metode penilaian persediaan yaitu metode rata-rata dan FIFO. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur industri produk konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2020 yang memenuhi kriteria purposive sampling dalam penelitian ini. Sampel akhir terdiri dari 48 perusahaan selama periode penelitian 3 tahun (sampel berimbang). Alat analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dengan menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa leverage, dan intensitas persediaan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaan, sedangkan ukuran perusahaan, dan laba sebelum pajak tidak berpengaruh terhadap pemilihan metode penilaian persediaan.
Copyrights © 2024