Perceraian yang terjadi pada kedua orang tua akan memengruhi kondisi emosion dan psikis pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui gambaran emosional pada remaja usia (11-20) tahun yang menjadi korban perceraian kedua orang tuanya di Ungasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah remaja dengan rentan usia (11-20) tahun yang berada di desa Ungasan. Teknik penggalian data pada Penelitian menggunakan metode wawancara. Gambaran emosional pada remaja yang mengalami berbagai macam dampak. ketiga subjek penelitian adalah remaja yang mendapatkan dampak dari orangtua yang bercerai, sehingga membuat mereka kurang mendapatkan rasa kasih sayang, kurang mendapatkan perhatian dari kedua orangtuanya, dan menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Dari perceraian tersebut, hubungan antara orangtua dengan si anak akan memiliki jarak, bahkan bisa sampai tidak berhubungan sama sekali. Emosi yang dirasakan oleh ketiga subjek penelitian tersebut ialah sedih, marah, cemas dan khawatir akan perjalanan hidupnya yang akan mendatang.
Copyrights © 2024