Penelitian ini bertujuan untuk (1) merumuskan Model Komunikasi Pada Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, (2) mengidentifikasi hambatan-hambatan komunikasi pada penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat dan (3) menemukan strategi komunikasi petugas penerbitan guna mengatasi hambatan-hambatan komunikasi pada penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.Penelitian dilakukan pada tahun 2024. Populasi adalah anggota seksi pelayanan administrasi Direktorat Intelijen Keamanan di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat dan pemohon penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat. Sampel ditarik menggunakan teknik Teknik Purposive Sampling. Penelitian menggunakan metodologi penelitian pendekatan kualitatif dengan paradigma intepretatif.Hasil penelitian menujukkan : (1) model komunikasi yang berhasil dirumuskan pada penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat disimpulkan adalah model komunikasi SMCR yang dikemukakan oleh David Kenneth Berlo, (2) hambatan-hambatan komunikasi pada penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat yaitu hambatan komunikasi teknis, hambatan komunikasi manusiawi dan hambatan komunikasi semantik, (3) strategi komunikasi petugas penerbitan guna mengatasi hambatan-hambatan komunikasi pada penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat yaitu strategi komunikasi langsung dan strategi komunikasi tidak langsung.
Copyrights © 2024