Pandemi COVID-19 menimbulkan keresahan besar di dunia. Gangguan ini menyebabkan perekonomian terhenti dan pasar saham merosot. Namun, defensive stocks seperti perusahaan pertanian memiliki kemampuan untuk mempertahankan nilainya selama masa-masa sulit dan mengungguli saham-saham lain yang sedang mengalami penurunan. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis kinerja perusahaan pertanian dan membandingkannya dengan kinerja 45 perusahaan terkemuka di Indonesia dalam hal likuiditas dan kapitalisasi pasar (LQ45). Dengan menggunakan LQ45 sebagai pembanding, penelitian ini menganalisis efektivitas defensive stock dalam memperoleh kinerja positif meski keadaan perekonomian sedang tidak baik. Dengan menggunakan return saham bulanan perusahaan pertanian dan LQ45 pada tahun 2020 hingga tahun 2022 sebagai pengukur kinerja dan juga menggunakan metode Paired Sample t-test, penelitian ini menemukan bahwa pada masa pandemi COVID-19, return perusahaan pertanian bernilai positif, dan mereka secara signifikan mengungguli pasar lainnya. Hal ini membuktikan bahwa pada masa-masa penuh gejolak, defensive stocks di Indonesia memberikan imbal hasil yang memadai bahkan ketika saham-saham lain kesulitan mempertahankan nilainya. Oleh karena itu, disarankan agar investor berinvestasi pada saham-saham defensif seperti perusahaan pertanian dan bukan pada jenis saham lain selama masa-masa sulit dalam perekonomian. Kata Kunci: COVID-19, defensive stock, harga saham, kinerja saham, perusahaan Pertanian.
Copyrights © 2023