Artikel ini bertujuan untuk menguraikan karakteristik pandangan masyarakat Jawa Barat terhadap toleransi yang dapat melahirkan sikap-sikap intoleran dan berdampak terhadap ekstremisme kekerasan. Dinamika permasalahan keamanan seperti mengubah suatu konsep keamanan nasional mulai dari state center security mengarah kepada people center security. Konsekuensi dari pergeseran tersebut adalah keamanan menjadi suatu hal yang komprehensif serta manajemen keamanan akan membutuhkan kerja sama antar aktor serta lembaga keamanan. Artikel ini menggunakan tinjauan konseptual tentang ekstremisme kekerasan dan keamanan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ancaman radikalisasi di Provinsi Jawa Barat masih berpotensi untuk kemudian muncul dan dapat membahayakan keamanan manusia. Beberapa data yang telah dipaparkan dalam tiga aspek seperti demokrasi dan agama, aspek sosial masyarakat terhadap pemeluk agama lain, dan pemahaman serta praktik keagamaan yang menghasilkan data yang cukup signifikan sehingga hal ini tentu tidak dapat diabaikan. Dalam hal ini kesadaran terhadap keamanan manusia harus mulai dipertimbangkan baik dari level daerah untuk mampu mengakomodir keamanan manusia dan keamanan nasional secara spesifik.
Copyrights © 2023