Artikel ini membahas pendekatan ekologis terhadap kepercayaan agama, khususnya dalam konteks pengajaran Injil Markus 12:28-31. Fokusnya adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara iman dan tanggung jawab lingkungan, menyoroti ajaran Yesus Kristus tentang kasih bagi Allah dan sesama manusia. Diskusi melibatkan konsep mengasihi Tuhan dan sesama, seperti yang diajarkan dalam Injil Markus, yang dapat diperluas untuk mencakup kewajiban terhadap alam. Inti dari artikel ini adalah pemahaman tentang bagaimana tindakan yang mendukung konservasi alam dapat mencerminkan iman seseorang. Selain itu, artikel ini membahas relevansi ajaran ini dalam menghadapi tantangan ekologi modern dan panggilan untuk mengembangkan kesadaran ekologis dalam praktik keagamaan. Artikel ini menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai ekologis dalam perspektif agama Kristen. Abstract This article discusses an ecological approach to religious belief, especially in the context of the teaching of the Gospel of Mark 12:28-31. The focus is to explore the relationship between faith and environmental responsibility, highlighting the teachings of Jesus Christ about love for God and fellow humans. The discussion involves the concept of loving God and neighbor, as taught in the Gospel of Mark, which can be expanded to include obligations towards nature. The essence of this article is an understanding of how actions that support nature conservation can reflect one's faith. In addition, this article discusses the relevance of this teaching in facing modern ecological challenges and the call to develop ecological awareness in religious practice. This article emphasizes the importance of integrating ecological values in a Christian religious perspective.
Copyrights © 2024