Di era postmodern ini, terdapat banyak orang-orang Kristen yang hanya sekedar rutinitas ke gereja untuk ibadah tetapi hatinya tidak mencintai Tuhan dibuktikan dengan sikap dan perbuatan sehari-hari yang tidak mencerminkan seseorang tersebut menyenangkan Tuhan. Berdasarkan analisis pendekatan kualitatif, ditemukan bahwa penyebab utama adalah karena banyak orang Kristen yang mencintai dunia lebih dari mencintai Tuhan. Untuk bisa menanggulangi hal ini pertama membuka pemahaman dalam mencintai Tuhan lewat bantuan ilmu psikologi dengan membandingkan cinta mempelai terkait metafora Tuhan Yesus sebagai mempelai pria dan orang Kristen sebagai mempelai wanita. Adapun hasil yang diperoleh adalah dengan memahami cinta mempelai yang begitu kuat, yang mampu merubah karakter, menjadikan orang Kristen termotivasi untuk menerapkan cinta kepada Tuhan lebih dari apapun yang ada dalam dunia ini sehingga merubah karakter orang Kristen yang terus menyenangkan dan memprioritaskan Tuhan.
Copyrights © 2024