Abstrak Penelitian dilatar belakangi oleh hasil riset dari peneliti bahwa pengendalian persediaan susu formula Sakinah 212 Mart Kediri belum dikelola dengan optimal, pengelolaan kurang efisien mengakibatkan kelebihan stok toko tersebut. Selama ini toko tersebut belum menggunakan metode analisis ABC dan EOQ. Penelitian ini dilakukan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif. Berdasarkan analisis ABC jumlah permintaan susu formula pada kelompok A sebanyak 10 dengan presentase 10.88%-68.62%. Susu formula kategori B sebanyak 12 dengan presentase 71.17-90.70%, yang kategori C 91.66-100.00%. Berdasarkan analisis metode EOQ guna meminimalisir biaya penyimpanan dan over stock, kategori A nilai permintaan yang lebih tinggi dibandingkan kategori B dan C. Pembelian semula 1392 unit per pesanan dengan frekuensi 48 kali dalam satu tahun, metode EOQ pemesanan menjadi 561 unit per pesanan dengan frekuensi pemesanan menjadi 3 kali dengan jarak 104 hari. Total biaya persediaan sebesar Rp. 4.655.723, menurut metode EOQ sebesar Rp. 383.121, jadi perusahaan terdapat penghematan sebesar Rp. 4.272.602. ROP sebanyak 45 unit per tahun.
Copyrights © 2021