Aquaponik merupakan sistem budidaya yang menggabungkan metode hidroponik dan akuakultur dalam lingkungan yang bersifat saling menguntungkan dan efisien. Akuaponik bila dipadukan dengan teknologi bioflok dapat menghasilkan sistem budidaya tanaman dan ikan yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah buangan (zero waste). Tantangan terbesar dari akuaponik adalah kondisi derajat keasaman (pH) dan jumlah padatan terlarut (Total Dissolve Solid atau TDS) pada air yang diperlukan untuk budidaya tanaman dan ikan umumnya bertolak belakang. Oleh sebab itu, tujuan utama dari penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem kontrol pintar berbasis Arduino yang dapat digunakan untuk untuk mengendalikan kadar pH dan TDS pada akuaponik dengan bioflok. Pengujian purwarupa sistem kontrol pintar tersebut dilakukan pada akuaponik sederhana di dalam ruangan untuk membudidayakan kangkung dan ikan lele Sangkuriang selama dua minggu. Hasil pengujian menunjukan bahwa akuaponik dengan sistem kontrol pintar menghasilkan tanaman kangkung dengan ukuran rata-rata 10 cm lebih panjang. Selain itu, ikan lele yang dihasilkan oleh akuaponik dengan sistem kontrol pintar memiliki rata-rata massa 0,5 gram lebih berat dan tingkat kematian 12% lebih rendah dibandingkan dengan akuaponik kontrol manual. Hasil budidaya tanaman dan ikan yang lebih baik dikarenakan keberadaan sistem kontrol pintar menjaga suhu, pH dan TDS pada air yang tersirkulasi pada kondisi ideal. Hal ini juga membantu meningkatkan kandungan bioflok yang dihasilkan oleh akuaponik sistem selama pengujian.
Copyrights © 2024