Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh fraudulent financial statement dengan perspektif fraud hexagon theory yang meliputi stimulus/pressure, capability, opportunity, rationalization, arrogance, dan collusion terhadap real earnings management dengan situasi pandemi covid-19 sebagai variabel moderasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan sub sektor barang konsumen non-primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2019 yaitu tahun sebelum pandemi dan tahun 2020 yaitu tahun dimulainya pandemi covid19 di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari komponen fraud hexagon theory hanya financial stability dan opportunity yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap real earnings management, sedangkan capability, rationalization, arrogance, dan collusion tidak memiliki pengaruh terhadap real earnings management. Serta diperoleh bahwa situasi pandemi covid-19 tidak memperkuat pengaruh fraud hexagon theory yang meliputi stimulus/pressure, capability, opportunity, rationalization, arrogance, dan collusion terhadap real earnings management.
Copyrights © 2022