Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana faktor-faktor seperti leverage (utang ke aset dan utang ke equity), profitabilitas (gross profit margin), composition of assets, likuiditas (current ratio), perputaran kapital, mempengaruhi tingkat stres keuangan dalam laporan keuangan. Penelitian ini melakukan survei kepada perusahaan konsumen non-cylical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 hingga 2021. Diharapkan penelitian ini dapat membantu individu dalam mengidentifikasi sumber stres keuangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan perushaan konsumen non-ciklik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari 2018-2021. Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Selama empat tahun, sampel total mencapai 164 data. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai mendeteksi financial distress dengan laporan keuangan
Copyrights © 2024