Fokus penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris tentang faktor yang mempengaruhi intensitas research and development berdasarkan Agensi teori. Variabel independen penelitian ini adalah Struktur kepemilikan saham, financial distress, board size, dan growth. Sedangkan variabel dependennya berupa intensitas research and development. Populasi penelitian ini adalah perusahaan subsektor healthcare dan non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022. Sampel penelitian diambil menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria, ditemukan sebanyak 30 perusahaan sampel, sehingga data observasi berjumlah 120. Data dianalisis dengan metode regresi berganda yang diuji dengan SPSS 25. Penelitian ini berhasil menemukan bahwa variabel struktur kepemilikan saham board of directors dan growth berpengaruh positif terhadap intensitas research and development. Sementara variabel struktur kepemilikan saham institusional, asing, pemerintah, financial distress, dan board size tidak berpengaruh terhadap intensitas research and development. Beberapa kontribusi dari penelitian ini antara lain pertama, memahami faktor yang mempengaruhi intensitas research and development. Kedua pemangku kepentingan dapat mengetahui intensitas research and development menggunakan teori agensi yang berpengaruh. Ketiga, memahami peran setiap variabel independen terhadap intensitas research and development.
Copyrights © 2024