Meningkatnya jumlah wisatawan ke kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (GCP) pasca diresmikan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, situs geologi, dan kondisi keanekaragaman hayati di kawasan tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi dengan membatasi pengunjung sesuai daya dukung melalui konservasi kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung Curug Cimarinjung dan Puncak Darma dengan metode Douglass dan kemauan membayar (WTP) biaya konservasi dengan menggunakan Contingent Valuation Method (CVM). Responden penelitian sebanyak 150 wisatawan dan beberapa pengelola wisata. Kawasan Curug Cimarinjung mampu menampung sebanyak 184 orang/hari, dan kawasan Puncak Darma sebanyak 118 orang/hari. Pada tingkat daya dukung tersebut, wisatawan dapat melakukan aktivitas wisata dengan santai dan nyaman. Hasil penelitian menunjukkan jumlah wisatawan baik di Curug Cimarinjung maupun di Puncak Darma sudah melebihi daya dukung kawasan. Wisatawan yang bersedia membayar biaya konservasi sebanyak 78% dari total responden dengan mekanisme pembayaran satu kali melalui tiket masuk. Alasan responden tidak bersedia membayar biaya konservasi adalah karena responden menganggap ini tanggung jawab pemerintah 39,39%, takut uangnya disalahgunakan 27,27%, tanggung jawab pengelola wisata 24,24% dan pihak yang tidak peduli 9,09%. Nilai WTP dana konservasi sebesar Rp. 7.867 untuk Curug Cimarinjung dan Rp. 5.000 untuk Puncak Darma.
Copyrights © 2024