Formasi Nyalindung mengandung fosil moluska dari Kelas Gastropoda dan Bivalvia yang dapat digunakan sebagai proksi lingkungan untuk studi arus purba. Studi ini menganalisis kondisi arah arus pada saat pengendapan suatu lapisan batuan sedimen dengan melihat orientasi fragmennya, atau dalam kasus ini, kandungan fosilnya. Walaupun studi ini dapat menunjukkan informasi baru mengenai lingkungan pengendapan, studi arus purba pada satuan batuan ini belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kondisi paleogeografi yang lebih detil pada Formasi Nyalindung di daerah penelitian yang belum pernah dikaji sebelumnya. Berlokasi di Sungai Ci Galasar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, penampang lintasan penelitian menunjukkan perlapisan fosil moluska dengan beberapa satuan stratigrafi dengan umur fosil Miosen Tengah. Analisis arus purba dilakukan di empat lokasi yang tersebar di tiga unit stratigrafi yang berbeda. Hasil studi arus purna menunjukkan bahwa menunjukkan Formasi Nyalindung di daerah penelitian terendapkan pada arah arus yang berbeda yang kemudian diinterpretasikan sebagai perubahan lingkungan pengendapan setelah disandingkan dengan data asosiasi fosil. Diukur di empat lokasi, arus menunjukkan perubahan arus purba dari bimodal, kompleks, unimodal dalam arah N 291 ° - 300 ° E, dan unimodal pada arah N 281 ° - 290 ° E. Arus bimodal bersamaan dengan keberadaan Turritella terebra talahabensis dan Cypraeasp. menunjukkan lingkungan litoral, sedangkan orientasi cangkang kompleks dengan keberadaan Gemmula (Gemmula) granosa woodwardii, Dientomochilus javanus, dan Terebra talahabensis menunjukkan lingkungan litoral hingga neritik yang sangat dipengaruhi oleh gelombang. Arus unimodal di N 291 ° - 300 ° E menunjukkan hubungan fosil yang serupa dengan arus kompleks menunjukkan pengaturan lingkungan yang serupa, yaitu litoral ke neritik, tetapi dengan pengaruh gelombang yang lebih rendah dan lebih banyak pada arus searah yang lebih cepat. Terakhir, arah arus N 281 ° - 290 ° E menunjukkan asosiasi fosil kerang besar yang menunjukkan lingkungan neritik dalam yang dipengaruhi oleh arus searah. Berdasarkan paleogeografi pada Miosen Tengah, arus searah yang mempengaruhi pengendapan Formasi Nyalindung diduga sebagai arus sejajar pantai. Kata kunci: Studi Arus Purba, Paleontologi, Moluska, Formasi Nyalindung, Miosen Tengah
Copyrights © 2022