Daerah penelitian terletak di Air Belo, Kabupaten Bangka Barat. Penelitian bertujuan untuk menentukan daerah potensi timah dan unsur tanah jarang serta menentukan arah eksplorasi lanjut di daerah penelitian. Studi ini berfokus pada endapan aluvial yangtergolong sebagai endapan plaser. Endapan plaser di daerah penelitianterdiri atas dua jenis yaitu endapan aluvial purba dan endapan sungai aktif. Metode penelitian yang dilakukan antara lain pemetaan geologi, analisis geokimia, dan Grain Counting Analysis (GCA). Analisis geokimia dengan metode X-ray Fluorescence (XRF) Portable dilakukan terhadap sampel endapan aluvial dan granit untuk mengetahui kandungan timah dan unsur tanah jarang. Mineral berat yang terkandung dalam endapan aluvial diidentifikasi menggunakan GCA. Berdasarkan analisis geokimia, daerah pengayaan timah terletak di area tenggara daerah penelitian sedangkan daerah pengayaan unsur tanah jarang terbagi menjadi tiga area yaitu area baratlaut, baratdaya, dan utara daerah penelitian. Oleh karena itu, arah eksplorasi lanjut untuk timah yaitu pada arah tenggara daerah penelitian sedangkan arah eksplorasi lanjut untuk unsur tanah jarang yaitu arah baratlaut, baratdaya, dan utara daerah penelitian. Disisi lain, GCAmenunjukkan bahwamineral berat yang diduga membawa timah dan unsur tanah jarang adalah kasiterit, zirkon, dan turmalin. Densitas mineral menjadi faktor pengontrol penyebaran timah dan unsur tanah jarang di daerah penelitian. Sebagai contoh, unsur tanah jarang lebih tersebar dibandingkan timah dikarenakan mineral pembawa unsurtanah jarang seperti turmalin (ρ=2,9-3,1 g/cm3) dan zirkon (ρ=4,6-5,8 g/cm3) memiliki densitas yang lebih rendah sehingga lebih mudah tertransport dibandingkan kasiterit (ρ=6,98-7,01 g/cm3). Kata kunci: Bangka Barat, endapan plaser, timah, unsur tanah jarang
Copyrights © 2022