Di Cekungan Jawa Timur Indonesia, Batupasir Ngrayong telah ditargetkan sebagai reservoir untuk Carbon Capture Storage (CCS). Pada sistem CCS ini, batu gamping dan batu lempung Formasi Buludan Wonocolo diharapkan berfungsi sebagai batuan penyekat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat litologi, mineralogi, dan mekanik dan petrofisika Formasi Ngrayong, Bulu dan Wonocolo dari litologi permukaan sebagai studi analog, dan selanjutnya akan diadaptasikan pada sumur injeksi bawah permukaan (Jepon-1) untuk karakterisasi potensinya sebagai reservoir dan segel fungsional dalam sistem CCS. Dua sampel pengeboran inti dangkal dan sampel singkapan yang diturunkan dari Formasi Ngrayong,Bulu dan Wonocolo dideskripsikan menggunakan kombinasi analisis petrografi, difraksi sinar-x, petrofisika dan mekanik. Analisis ini menunjukkan bahwa Formasi Ngrayong, Bulu dan Wonocolo mengandung tujuh litofasies yang berbeda (batulempung dengan batupasir kuarsa tipis, batupasir kuarsa bersih, batulumpur, batu gamping biokistik, batu gamping kalkarenit, napal berpasir, dan batu butir) dengan heterogenitas skala halus pada kain dan mineralogi yang sangat mempengaruhi sifat petrofisika. Porositas, permeabilitas, dan sifat petrofisika lainnya menunjukkan bahwa memiliki kemampuan untuk berfungsi sebagai segel CCS yang sesuai. Mineral autigenik yang melimpah dan tekstur disolusi menunjukkan bahwa interaksi fluida telah terjadi di dalam Formasi Ngrayong, Bulu dan Wonocolo.Mineral yang berpotensi reaktif dalamsistem CCS (termasuk karbonat dan klorit) banyak terdapat di Formasi Ngrayong dan Wonocolo Kata kunci: Reservoir dan penyekat CCS, Ngrayong
Copyrights © 2023