Proses konsolidasi pada lapisan tanah residu yang belum terkonsolidasi primer dengan baik (tekanan pori 1 kN/m2) dapat meningkatkan potensi terjadinya penurunan tanah. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan percepatan proses konsolidasi primer lapisan sedimen, sehingga tanah dapat menahan beban yang ada di atasnya. Lahan urug saniter di Talanggulo, Jambi, berada pada tanah residu dengan kondisi litologi yang didominasi oleh lempung yang proses konsolidasinya berlangsung lebih lama. Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan penurunan tanah yang dapat dijadikan sebagai dasar penimbunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dan metode elemen hingga, yaitu melihat penurunan vertikal tanah dan penurunan tekanan air pori (PWP) pada kondisi lahan urug saniter tanpa prefabricated vertical drain (PVD), dan dengan PVD pada jarak 2 m dan 3 m pada lapisan tanah residu. Berdasarkan hasil pengukuran pada saat tebal timbunan 15 m, terlihat bahwa pada kondisi tanpa PVD terjadi perubahan vertikal sebesar 1,75 m, sedangkan pada kondisi lahan urug saniter dengan PVD interval 3 m tercatat penurunan sebesar 2,02 m, TPA dengan PVD interval 2 m terdapat perubahan vertikal sebesar 2,12 m. Sedangkan proses PWP pada tanah tanpa PVD menunjukkan bahwa kecepatan agar mencapai tekanan pori minimum lebih cepat dibandingkan dengan kondisi tanpa PVD, dengan PVD interval 2 m lebih besar pengaruhnya dibandingkan PVD dengan jarak 3 m. Dapat diketahui penggunaan PVD di lahan urug saniter Talanggulo dapat efektif untuk mempercepat proses konsolidasi. Kata kunci: lahan urug saniter, prefabricated vertical drain, sedimen lempung, konsolidasi
Copyrights © 2022