JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 9, No 1 (2022): JeLAST EDIS FEBRUARI 2022

KLASIFIKASI TINGKAT EROSI LAHAN PONTIANAK UTARA

Styawan, Dicky (Unknown)
Kartini, Kartini (Unknown)
Mukti, Elsa Tri (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Feb 2022

Abstract

Sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk secara konsisten, kebutuhan akan lahan terus berkembang. Dorongan kebutuhan masyarakat akan tanah menyebabkan kelebihan tanah melebihi batas dan kapasitas angkutnya sehingga terjadi penurunan daya tampung tanah dan kerusakan tanah yang menyebabkan disintegrasi tanah. Alasan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat bahaya erosi di Pontianak bagian utara dan wilayah sekitar parit nanas yang terletak di sub-DAS Landak. Pemeriksaan ini diarahkan menggunakan informasi penting, khususnya 5 tanda pemeriksaan tanah, yang melibatkan informasi tambahan seperti curah hujan, peta tutupan lahan, peta jenis tanah, peta kemiringan, panduan tutupan lahan, dan nilai perlindungan tanah, penyelidikan potensi erosi menggunakan strategi USLE dan Data Geografis sebagai alat bantu pemeriksaan informasi berbasis komputerisasi. Berdasarkan hasil estimasi, daya hancur total untuk Pontianak Utara adalah 825.534 ton/tahun dengan luas 3.044.504 ha, untuk kisaran Parit Nanas nilai disintegrasi adalah 451.263 ton/tahun dengan luas 579.666 ha . Nilai Tolerable Soil Loss (TSL) di wilayah Parit Nanas adalah 5.193.807 ton/tahun, sedangkan nilai indeks erosi adalah 0,086, termasuk rekor erosi rendah. Sediment Delivery Ratio (SDR) diperoleh sebesar 0,087, sedangkan nilai sedimen (Y) sebesar 64.753 ton/tahun, untuk tingkat bahaya erosi Pontianak Utara dan lingkup Parit Nanas termasuk kelas resiko erosi sangat ringan sampai berat.Kata Kunci : Sediment Delivery Ratio (SDR), Tingkat erosi, USLE.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...