Keberadaan Terminal Barang Internasional Entikong sebagai terminal barang internasional pertama di Indonesia diasumsikan menimbulkan masalah baru kinerja ruas jalan Lintas Malindo. Kinerja lalu lintas ruas jalan di analisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 survei lalu lintas merujuk pada Pedoman Survei Pencacahan Lalu Lintas oleh Direktorat Jendral Bina Marga (2004). Tahapan analisis terdiri dari analisis volume lalu lintas, kecepatan arus bebas, kapasitas ruas jalan, derajat kejenuhan, kecepatan waktu tempuh dan tingkat kinerja ruas jalan. Analisis kondisi sebelum beroperasi menghasilkan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,2 dengan tingkat pelayanan yaitu LOS B. Pada masa operasional 5 tahun mendatang (2028) nilai derajat kejenuhan meningkat menjadi 0.54 dengan tingkat pelayanan LOS B. Pada masa penelitian terminal masih belum beroperasi secara normal dan yang melintasi ruas jalan Lintas Malindo hanya beberapa truk dan bus antar negara tetapi apabila terminal barang beroperasi secara normal maka kendaraan yang melintasi ruas jalan Lintas Malindo seperti kendaraan peti kemas 20 feet dan 40 feet sehingga perlunya peninjauan ulang terhadap ruas jalan Lintas MalindoKata kunci: Derajat Kejenuhan, Kinerja Lalu Lintas, Manuver Kendaraan, MKJI 1997, Terminal Barang Internasional Entikong.
Copyrights © 2024