ABSTRAKParit Lintang merupakan saluran yang berada di sepanjang Jalan Karya Tani dan bermuara pada Sungai Kakap. Parit Lintang terletak di kawasan padat penduduk yang juga digunakan oleh masyarakat untuk transportasi air, bahkan tempat pembuangan limbah domestik dan organik. Hal ini mengakibatkan terjadinya pengikisan di sepanjang Parit Lintang, sehingga menyebabkan bertambahnya jumlah sedimen yang berdampak pada terjadinya pengendapan dan pendangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya angkutan sedimen dasar (Bed load) yang dipengaruhi pasang surut di Parit Lintang. Analisa angkutan sedimen dasar menggunakan metode Meyer Peter Muller. Lokasi pengamatan berada pada 3 titik, yaitu titik Hilir, Tengah dan Hulu pada saat kondisi pasang dan surut. Berdasarkan hasil analisa angkutan sedimen dasar di titik Hilir pada kondisi pasang di dapat hasil sebesar 0,4262 ton/hari, di titik Tengah pada kondisi pasang sebesar 0,6066 ton/hari dan di titik Hulu pada kondisi pasang sebesar 0,7278 ton/hari. Sedangkan angkutan sedimen dasar di titik Hilir pada kondisi surut sebesar 0,4006 ton/hari, di titik Tengah pada kondisi surut sebesar 0,5470 ton/hari dan di titik Hulu pada kondisi surut sebesar 0,7157 ton/hari. Perbedaan jumlah angkutan sedimen dasar (Bed Load) pada setiap titik dan kondisi dipengaruhi oleh ukuran butiran sedimen, berat jenis sedimen dan kecepatan aliran saluran.Kata kunci : Parit Lintang, Pasang Surut, Sedimen Dasar.
Copyrights © 2023