Perdagangan antara Indonesia dan Thailand, khususnya dalam sektor pertanian, memiliki dampak signifikan pada kedua negara. Meskipun Indonesia adalah salah satu produsen beras terbesar di dunia, negara ini masih harus mengimpor beras dari Thailand untuk memenuhi kebutuhan domestiknya. Selain beras, kedua negara juga melakukan perdagangan dalam berbagai komoditas seperti kendaraan, produk kimia, dan barang elektronik. Salah satu contoh kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Thailand adalah impor gula. Indonesia mengimpor gula dari Thailand karena tidak mampu memenuhi kebutuhan domestiknya sendiri. Permintaan akan gula terus meningkat sementara produksi dalam negeri cenderung menurun, sehingga impor gula dari Thailand menjadi solusi. Kerjasama perdagangan antara kedua negara ini memiliki keuntungan dan kerugian. Indonesia dapat memenuhi stok beras negaranya setiap tahunnya melalui impor beras dari Thailand, sementara Thailand mengalami peningkatan devisa. Namun, kerjasama ini juga dapat menghasilkan ketidakseimbangan perdagangan antara kedua negara. Dengan demikian, perdagangan antara Indonesia dan Thailand memiliki implikasi yang penting bagi kedua negara, terutama dalam konteks pertanian dan industri lainnya.
Copyrights © 2024