Penelitian ini membahas pentingnya kebijakan pro-rakyat dalam mengatasi ketimpangan pendapatan di Indonesia. Meski kemiskinan ekstrem global menurun, ketimpangan pendapatan masih menjadi tantangan besar, terutama dalam mencapai target pengentasan kemiskinan ekstrem pada tahun 2030. Ketimpangan di Indonesia meningkat pesat sejak tahun 2000, tercermin dalam peningkatan Indeks Gini. Analisis ini menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi dan pembangunan manusia berdampak negatif pada akses terhadap kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, terutama bagi mereka yang berpendapatan rendah di pedesaan dan sektor informal. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan beberapa langkah untuk mengurangi ketimpangan, termasuk peningkatan mutu kesehatan dan pendidikan, penyaluran bantuan yang tepat sasaran, serta pelatihan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor informal. Kesimpulannya, mengurangi ketimpangan pendapatan memerlukan kebijakan yang tepat sasaran dan keberlanjutan dalam pelaksanaannya untuk mencapai kesejahteraan yang lebih merata di seluruh lapisan masyarakat.
Copyrights © 2024