Di era otonomi daerah, pentingnya menyerap aspirasi masyarakat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangatlah besar. Penelitian ini menyorot dampak partisipasi masyarakat terhadap proses perencanaan dan penganggaran di Kabupaten Bangkalan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini meliputi wawancara dan observasi. Hasilnya menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memastikan alokasi dana publik sesuai dengan kebutuhan riil. Tantangannya meliputi kurang partisipasi efektif, sementara rekomendasi mencakup peningkatan kapasitas partisipasi, mekanisme partisipatif yang lebih kuat, transparansi, pengawasan publik, dan kolaborasi lintas sektor. Ini memperkuat proses pembangunan lokal yang responsif dan inklusif
Copyrights © 2024