Tujuan utama penelitian ini untuk mengidentifikasi metode yang digunakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik untuk menangani konflik sosial di Kota Blitar serta faktor-faktor yang membantu dan menghambat proses tersebut. Penelitian kualitatif diterapkan pada penelitian ini dengan menciptakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu strategi penelitian yang mengkarakterisasi kondisi suatu objek berdasarkan fakta-fakta yang dapat diamati. Terdapat hambatan yang terus diupayakan pembenahan, antara lain: tidak ada pemetaan potensi konflik daerah yang dibuat secara detail dan selalu diperbarui, tidak dimilikinya rencana aksi daerah penanganan konflik sosial, serta kurang optimalnya Sumber Daya Manusia untuk menduduki pos jabatan tertentu dalam melaksanakan tugas fungsinya. Faktor pendukung yaitu: kemampuan mengelola anggaran dengan cukup baik meski ada keterbatasan jumlah, kondisi sosial budaya masyarakat yang cukup heterogen namun sangat kultural, religius-nasionalis, cenderung menghendaki ketenangan, perdamaian dan kenyamanan bersama, sehingga hal-hal yang berpotensi konflik dapat mudah ditangani. Solusi penanganan yang sering dikedepankan adalah mediasi, komunikasi lintas sektoral dengan melibatkan lembaga terkait dan tokoh-tokoh masyarakat.
Copyrights © 2024