Remaja dianggap sebagai kelompok yang berisiko secara seksual maupun kesehatan reproduksi. Berdasarkan Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) menjelaskan bahwa kematangan seksual yang lebih cepat dan rasa keingintahuan yang besar menjadi penyebab remaja cenderung semakin berani dan terbuka untuk berperilaku yang mengarah ke perilaku seks beresiko seperti berpegangan tangan serta berciuman. Pengetahuan remaja tentang pendidikan seksual yang sehat dan akseptabel masih terbatas. Rasa ingin tahu yang mendominasi remaja tentang kegiatan tersebut, membuat mereka melakukan perilaku yang mengarah pada percobaan sampai melakukan perbuatan seks bebas yang bisa menyebabkan penyakit menular seksual. Upaya Kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran penyakit menular seksual yaitu HIV/AIDS pada remaja dapat dilakukan dengan cara peningkatan pengetahuan remaja akan dampak dari HIV/AIDS. Tujuan dalam pegabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS dengan metode E-book di SMK Ma’arif 4 Kebumen. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilaksankan dengan metode pre dan post test. Hasil pengukuran pengetahuan terdapat peningkatan pengetahuan remaja terkait HIV-AIDs yaitu dari sebelumnya 40% peserta memiliki pengetahuan yang cukup dan 40% peserta memiliki pengetahuan kurang menjadi pengetahuan baik sebesar 85%.
Copyrights © 2023