Orang tua memiliki peran dalam membimbing salat wajib anaknya. Penelitian ini ingin mengkaji bagaimana penafsiran al-Qur’an Surah Taha ayat 132 dari para mufassir serta bagaimana implementasi peran orang tua dalam membimbing salat wajib anak di TPQ Nurul Iman Komplek Kementrian Hukum dan HAM RI Gunung Sindur Bogor. Metode yang digunakan adalah mixed methods yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menjadikan orang tua santri sebagai responden. Dari penelitian studi tafsir al-Qur’an surah Taha ayat 132, para mufassir memiliki persamaaan dan perbedaan dalam menafsirkannya. Kesamaan penafsiran para mufassir adalah bahwa orang tua berperan dalam membimbing salat wajib anak dalam keluarganya. Adapun perbedaannya, para mufassir mempunyai kelebihan yang saling melengkapi, di antaranya adalah bahwa ibadah salat dapat menjadi solusi, menyelamatkan manusia dari azab api neraka, dan mendatangkan rezeki. Di samping itu ada mufassir yang mengharuskan orangtua tidak hanya memerintah tetapi menjadi teladan dalam pelaksanaan ibadah salat. Dari hasil analisis korelasi dapat disimpulkan bahwa memerintahkan anak salat dan sikap sabar dalam menjalankannya, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kedisiplinan ibadah salat wajib anak. Hal ini sesuai dengan hasil uji persentase yang menunjukan 57,2% kedisiplinan anak, dipengaruhi oleh memerintahkan dan sabar, sementara 42,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain.Â
Copyrights © 2023