Adanya integrasi antara fasilitas pejalan kaki dengan moda transportasi massal menjadi salah satu daya tarik kawasan niaga terpadu Sudirman. Dengan fasilitas penunjang yang memadai, jalur pejalan kaki belum dapat mengakomodasi kegiatan dan kebutuhan pejalan kaki secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemanfaatan jalur pejalan kaki Kawasan SCBD sudah optimal sehingga dapat memfasilitasi pejalan kaki beserta kegiatannya. Pendekatan penelitian campuran dengan melakukan observasi lapangan dalam menilai tingkat keoptimalan fasilitas pejalan kaki, kemudian menyimpulkan data berdasarkan standar dan tingkat pengaruh masing–masing aspek terhadap pejalan kaki dan menyajikan data secara kuantitatif. Temuan dari penelitian ini bahwa fasilitas pejalan kaki di Kawasan SCBD belum optimal karena minimnya ruang atau fasilitas sosial dan kesenjangan jumlah pejalan kaki pada jam sibuk dan di luar jam sibuk. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemanfaatan jalur pejalan kaki dapat dioptimalkan melalui program penyediaan fasilitas dan pelebaran jalur.
Copyrights © 2022