Kawasan Pusat Kebudayaan dan Olahraga (PKOR) merupakan Ruang Terbuka Publik yang menjadi salah satu landmark Kawasan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Kawasan PKOR dipergunakan untuk berbagai acara besar maupun aktivitas perdagangan serta sebagai tempat berolahraga yang menjadikan tempat ini selalu dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah. Fasilitas Ruang Terbuka Publik yang cukup lengkap meningkatkan keinginan masyarakat untuk terus kembali. Aktivitas olahraga maupun budaya yang ada tersebut, mengisi kawasan PKOR sehingga menjadi ruang publik. Penelitian ini berfokuskan untuk mengkaji salah satu faktor pembentuk sense of place yaitu form (place) yang merupakan faktor yang dapat mengubah space menjadi place. Tujuan penelitian ini mengkaji tentang pengaruh atribut fisik terhadap pengguna sebagai pembentuk form (place) pada Kawasan PKOR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer dengan melakukan pengumpulan data responden dan pengamatan secara langsung terhadap kegiatan di kawasan PKOR. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk fisik Kawasan sangat mempengaruhi berbagai aspek dari suatu ruang terbuka publik dalam mengembangkan suatu destinasi agar dalam penataan jumlah dan jenis atribut fisik sangat berpengaruh pada place making.
Copyrights © 2024