Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Vol 8, No 2 (2008)

Kasus Carcinoma Mammae pada Wanita dengan Keluhan Benjolan Payudara yang Tak Teraba (Nonpalpable Mass) : Peran Ultrasonografi dan Mammografi sebagai Screening Diagnostik

Majdawati, Ana (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 May 2016

Abstract

Breast neoplasma is the malignancy of the women that first number and caused highest mortality. We must think screening diagnostic to nonpalpable mass on the breast with have symptoms and rise facors. The case was diagnosed by anamnesis of the rise faktor, breast clinical examination, laboratory of BRCA1-2, imaging radiology and histopathology examination. Reported a woman, 44 years old, was menarche on 11 years old, pain in the left breast until upper extremity since two month ago. The craniocaudal and mediolateral position mammography were found multiple linier microcalsification in medioinferior aspect of left breast and not seen low/high density lession around it. Ultrasonography examination was found hypo echoic solid lesion, irreguler shape, ill define, weidht compare deep upper 1. The result of combination mammography and ultrasonography is suspect malignancy mass (BIRADS IV). Patient was operated and sent biopsy of the breast to examine histopathologic Anatomy laboratory. The result histopatholy is find Carcinoma ductal in situ and continued Modified Radical Mastectomy operation at all left breast. Then, the patient is continued chemoterapy and radioterapy treatment. The conclusion of this case report point that imaging radiology is important to diagnose screening. The mammography apperance is microcalsification and the ultrasound seem the hypoechoic lesion with ill define and deep per weidht one more pointed breast malignancy tumour. The Validity combination mammography and ultrasound high enough, with 91% of sensitivity and 98% of specivicity.. The early finding of breast screening can increase five survival rate in the patient.Tumor ganas payudara merupakan keganasan pada wanita yang menduduki peringkat teratas dan sebagai penyebab kematian yang tinggi. Tumor ganas payudara dini kadang tidak memberikan gej ala berupa terabanya massa (nonpalpable mass), sehingga perlu dipikirkan screening diagnostik dengan mempertimbangkan berbagai faktor risiko dan gejala klinis yang mendukung. Penegakan diagnosis pada kasus keganasan pada payudara meliputi anamnesis dengan menggali faktor risiko, pemeriksaan fisik payudara, laboratorium (BRCA.j 2), pemeriksaan penunjang radiologi dan histopatologi. Dilaporkan wanita, 44 tahun dengan menarche 11 tahun, keluhan payudara kiri nyeri dijalarkan sampai lengan dan puting lecet selama 2 bulan. Hasil pemeriksaan mammografi posisi craniocaudal (CC) danmediolateral oblique (MLO) didapatkan mikrokalsifikasi linier, 2 buah di aspekmedioinferior dan tak tampak lesi densitas tinggi/rendah pada kedua payudara. Hasil pemeriksaan ultrasonografi, tampak lesi solid hypoechoic dengan bentuk irreguler, batas tak tegas irreguler, perbandingan tebal dan lebar lesi lebih dari 1. Hasil kombinasi pemeriksaan ultrasonografi dan mammografi mengarahkan lesi malignancy sesuai BIRADS IV. Penderita dilakukan operasi dan durante operasi dilakukan biopsi jaringan yang dilanjutkan pemeriksaan histopatologi. Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan carsinoma ductal insitu dan pada puting yang lecet juga menunjukkan sel ganas, sehingga dilakukan pengangkatan payudara kiri seluruhnya (Modified Radical Mastectomy) dilanjutkan terapi radiasi dan chemoterapi. Kasus ini menujukkan bahwa peran pencitraan radiologi untuk screening diagnosis kelainan payudara sangat penting. Gambaran mikrokalsifikasi pada mammografi dan lesi hypoechoic, batas tak tegas dengan perbandingan deep/weidht lebih dari 1 mengarahkan pada suatu keganasan dengan validitas diagnostik tinggi (sensitifitas 91% dan spesifisitas 98%). Deteksi dini terutama pada kasus nonpalpable mass pada payudara akan memperbaiki keberhasilan terapi dan meningkatkan angka harapan hidup penderita.

Copyrights © 2008






Journal Info

Abbrev

mm

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in ...