Jurnal Cakrawala Ilmiah
Vol. 3 No. 9: Mei 2024

HUBUNGAN PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS SAMKAI KABUPATEN MERAUKE

Ronald, Ronald (Unknown)
Pricilya Margaretha Warwuru (Unknown)
Ronny Brayntin Rahail (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 May 2024

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting untuk menilai keberhasilan program pembangunan kesehatan di suatu wilayah. Berbagai faktor dapat memengaruhi status gizi balita, termasuk karakteristik ibu seperti pekerjaan dan tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pekerjaan dan pendidikan ibu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Samkai, Kabupaten Merauke. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Samkai. Diperoleh sampel sebanyak 40 ibu dengan menggunakan accidental random sampling. Data pekerjaan dan pendidikan ibu diperoleh melalui wawancara, sedangkan data status gizi balita diukur menggunakan indikator berat badan menurut usia (BB/U). Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan ibu dengan status gizi balita (p=0,72) dan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan ibu dengan status gizi balita (p =0,01).Pendidikan ibu berhubungan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Samkai, Kabupaten Merauke. Ibu yang berpendidikan lebih tinggi cenderung memiliki balita dengan status gizi yang lebih baik. Sedangkan pekerjaan tidak memiliki hubungan signifikan dengan status gizi balita

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

JCI

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Public Health Social Sciences Other

Description

Digitalisasi eknomi menembus batas wilayah negara dan kedaulatan ekonomi yang dapat saja menjadi peluang atau ancaman. Digitalisasi tidak bisa dihindari, tetap permsalahan utamanya adalah bagaimana negara ini harus dapat merumuskan kebijakan agar masyarakat kita jangan hanya menjadi sapi perahan ...