Hujan es (Hail) sangat jarang terjadi di Indonesia, hal tersebut dikarenakan lapisan beku atau freezing level yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara lain. Pada studi kasus ini, dianalisis di wilayah Pengadegan, Jakarta Selatan pada 17 Desember 2022. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi beberapa hal yang menjadi faktor dalam terjadinya fenomena tersebut seperti faktor cuaca skala global, analisis awan menggunakan teknik RGB, dan analisis indeks labilitas atmosfer menggunakan data radiosonde. Untuk faktor cuaca skala global dilakukan analisis ENSO ,anomali SST, dan MJO. Pada analisis RGB digunakan fitur timeseries dimana fitur ini dilakukan dengan menggunakan deret waktu untuk mengetahui suhu puncak awan, lalu dengan teknik Day Convective Storm dimana teknik ini untuk mengetahui fase awan konvektif yang kemudian menghasilkan presipitasi. Kemudian menggunakan teknik 24-hour microphysics yang berfungsi untuk mengetahui kandungan air dan partikel-partikel dalam awan konvektif. Lalu menggunakan teknik Airmass dapat diidentifikasi adanya massa udara hangat yang mempercepat terbentuknya awan cumulonimbus. Data radiosonde yang digunakan untuk mengetahui indeks labilitas atmosfer dan pola angin. Dengan data tersebut dapat diketahui kestabilan kondisi atmosfer wilayah Pengadegan, Jakarta Selatan. Setelah dilakukan pengolahan dan identifikasi, dapat disimpulkan bahwa kejadian hujan es di Pengadegan, Jakarta Selatan pada 17 Desember 2022 dipengaruhi oleh fenomena La-niƱa yang aktif pada waktu kejadian. Faktor lain seperti MJO tidak mempengaruhi dikarenakan pada saat kejadian MJO dalam fase tidak aktif. Kemudian awan cumulonimbus yang terbentuk tidak berada tepat pada wilayah terdampak ada faktor lain seperti arah dan kecepatan angin yang mempengaruhi mengapa fenomena tersebut terjadi pada wilayah yang tidak terdapat awan cumulonimbus.
Copyrights © 2024