Di masa pendudukan Jepang, terdapat berbagai perubahan bahkan perkembangan yang terjadi di medan seni rupa Indonesia yang pada akhirnya dapat memunculkan sebuah fenomena yang dapat mengubah pola pikir bangsa. Fenomena yang dimaksud adalah dualisme, karena terdapat "perang pikiran" yang terjadi diantara pemikiran Jepang yang menggunakan seni rupa sebagai alat propaganda dan seniman Indonesia yang menciptakan karya seni dengan tujuan untuk meningkatkan nasionalisme. Tujuan dari penulisan ini untuk memaparkan respon seniman Indonesia terhadap seni sebagai propaganda yang dilakukan oleh Jepang sehingga dapat memunculkan fenomena dualisme di dalam hasil karya seni. Ditulis dengan menggunakan metode penulisan sejarah kritis yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil dari penulisan ini ialah meskipun diselimuti oleh propaganda dan ketatnya penyensoran karya pada masa Jepang, seniman Indonesia telah mampu menciptakan seni yang bersifat dualisme sehingga dapat memunculkan semangat nasionalisme bagi rakyat Indonesia.
Copyrights © 2024