Sosis ikan merupakan produk daging giling yang bersifat kenyal dan berbentuk silinder dengan pembungkus khusus (cassing). Pengolahan sosis ikan merupakan salah satu diversifikasi produk olahan hasil perikanan. Usaha ini sangat diperlukan terutama dalam rangka untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia, terlebih khusus mayarakat Pulau Morotai yaitu dengan memberikan lebih banyak pilihan produk yang dapat dibeli dan dikonsumsi. Sayur caisim juga kaya akan mineral, protein, dan serat. Sehingga penulis mencoba mengkolaborasi antara ikan tuna dan caisim menjadi satu produk, yaitu produk sosis ikan tuna dengan penambahan pewarna alami dari sayur caisim. Produk hasil diversifikasi ini diberi nama Sosis Pucuk. Tujuan penelitian ini adalah membuat sosis ikan tuna dengan penambahan pewarna alami dari sayur caisim atau yang akan dikenal dengan Sosis Pucuk dan karakterisasi cita rasa produk tersebut. Prosedur penelitian terbagi atas 3 tahap yaitu: 1) pembuatan sampel sosis ikan dengan penambahan caisim sebagai pewarna alami; 2) penilaian panelis terhadap organoleptic produk; 3) interpretasi hasil pengambilan data dalam bentuk deskriptif dan table maupun gambar. Penilaian uji sensori/organoleptic produk dilakukan oleh 50 panelis. Pemilihan panelis dilakukan secara acak, panelis merupakan panelis tidak terlatih. Berdasarkan hasil penelitian Sosis Pucuk merupakan diversifikasi sosis ikan tuna dengan penambahan pewarna alami sayur caisim (Brassica juncea L.). Sosis Pucuk memiliki kenampakan cemerlang spesifik produk, aroma dan rasa yang kuat spesifik produk sosis ikan, serta memiliki tekstur cukup padat dan kompak.
Copyrights © 2024