Pemahaman masyarakat terhadap tradisi sedekah kubur hanya sebatas kebiasaan yang harus dilakukan secara turun-temurun. Mereka tidak menyadari bahwa keikutsertaan dan kerja sama masyarakat dalam mencapai tujuan pelaksanaan sedekah kubur merupakan bentuk solidaritas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan dan bentuk solidaritas sosial dalam tradisi sedekah kubur di Dukuh Masin Desa Kandangmas melalui kerangka pemikiran Emile Durkheim. Data diperoleh melalui wawancara dengan tiga informan, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan pendekatan penelitian filsafat, yakni interpretatif. Hasil penelitian ini mempunyai dua temuan yaitu perilaku keagamaan yang dilakukan para pemuda dan seluruh masyarakat Dukuh Masin yang ikut membantu jalannya acara disebut solidarias mekanik. Sedangkan solidaritas organik dapat dilihat dari terselenggaranya panitia pelaksana yang terstruktur. Penelitian ini berkontribusi secara secara teoritis maupun secara praktis, karena dapat memberikan pijakan atau referensi dalam membentuk solidaritas sosial di masyarakat.
Copyrights © 2024