Pertanian memegang peran penting dalam menyediakan sumber pangan yang mendukung kelangsungan hidup masyarakat. Pertumbuhan sektor agroindustri tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian secara keseluruhan. Kedelai sebagai tanaman multifungsi bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam kuliner termasuk tempe, makanan tradisional Indonesia. Tujuan utama dari penelitian ini, yang dilakukan UMKM Super Murni adalah untuk mengevaluasi nilai tambah yang dikontribusikan dalam satu kali produksi dan kelayakan usaha produksi tempe pada UMKM Super Murni. Dengan mempertimbangkan harga, input, dan output, pendekatan analisis nilai tambah menggunakna metode Hayami dan R/C ratio diperlukan menentukan bagi kelayakan perusahaan . Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah diperlukan UMKM Super Murni dalam satu kali produksi tempe geblekan mencapai Rp 23.072 atau sekitar 61%, penggunaan rasio nilai tambah, margin yang didapat mencapai Rp 21.348 untuk tempe geblekan. Sedangkan untuk tempe lonjoran, nilai tambah sebesar Rp 35.372 atau sekitar 71%, dengan keuntungan sebesar Rp 31.205. Perhitungan kelayakan usaha menggunakan R/C ratio menunjukkan angka sebesar 1,25 untuk tempe geblekan yang mengindikasikan bahwa Perusahaan dapat melakukan pengembangan berdasarkan kriteria R/C ratio dan R/C ratio 1,00 untuk tempe lonjoran yang menunjukkan bahwa usaha ini dapat dikembangkan karena tidak mengalami kerugian maupun keuntungan (impas) untuk dapat dioperasikan.
Copyrights © 2024