ABSTRAKĀ Gulma paku uban (Nephrolepis biserrata) adalah gulma yang umumnya tumbuh di batang dan areal perkebunan kelapa sawit, jika populasinya sudah di atas ambang ekonomi maka perlu dikendalikan karena dapat menyebabkan persaingan unsur hara dan mengganggu kegiatan pemanenan. Pengendalian paku uban akan menyebabkan limbah daun yang melimpah, oleh karena itu perlu solusi alternatif yang dapat mengurangi limbah tersebut, salah satunya adalah mengolahnya sebagai bioherbisida. Selain itu, daun paku uban juga mengandung senyawa alelokimia. Aplikasi bioherbisida dilakukan secara pra tumbuh untuk mengendalikan biji gulma, sehingga biji tidak mampu berkecambah dan tumbuh menjadi gulma. Penelitian ini bertujuan mendapatkan alternatif bahan organik yang dapat digunakan sebagai bioherbisida, mengetahui pengaruhnya terhadap gulma di Perkebunan kelapa sawit, dan mengetahui kandungan senyawa alelokimia bioherbisida daun paku uban. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan I, Politeknik Kelapa Sawit CWE, Bekasi, mulai Januari sampai Juni 2023. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari P0 (Air), P1 (10% bioherbisida), P2 (30% bioherbisida), P3 (50% bioherbisida). Analisis yang digunakan adalah ANOVA dan Uji Lanjut BNT. Hasil percobaan menunjukkan bahwa daun paku uban dapat dijadikan bahan alternatif untuk pembuatan bioherbisida, namun belum berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh, tinggi, dan biomassa gulma, sehingga belum optimal dalam mengendalikan gulma. Kandungan alelokimia yang terkandung pada bioherbisida adalah flavonoid (0,068%) dan tanin (0,198%). Gulma yang dominan tumbuh di areal percobaan adalah Axonopus compressus dari golongan rumput-rumputan.
Copyrights © 2024