Ketidakmampuan ekonomi merupakan permasalahan signifikan bagi setiap pemerintah, di perdesaan maupun perkotaan. Faktor-faktor yang menyebabkannya sangat beragam, termasuk lingkungan, sosiokultural, ekonomi, politik dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan dan kebijakan pemerintah untuk pemberian bantuan diberikan sejumlah kriteria dan proses seleksi dilakukan secara manual, yang dapat mengakibatkan ketidakadilan dan ketidaktransparan dalam penentuan penerimaan dana bantuan. Dengan penerapan sistem pendukung keputusan menjadi solusi yang potensial untuk mengatasi masalah ini dengan menggunakan kombinasi metode PROMETHEE dengan AHP. Hasil dari penelitian kombinasi penerapan metode PROMETHEE dengan AHP untuk menentukan seleksi penerimaan dana bantuan masyarakat kurang mampu di Desa Portibi Jae mendapatkan hasil akhir ranking tertinggi yaitu kode Alternatif A2 (Nurasia Siregar) dengan memiliki jumlah akhir nilai tertinggi 3,785.
Copyrights © 2023