Penelitian ini mengeksplorasi peran bank sentral dalam mengendalikan inflasi, dengan fokus pada perbedaan dan persamaan di antara negara maju dan berkembang. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, yang mencakup analisis literatur terkait instrumen kebijakan moneter, independensi bank sentral, serta tantangan yang dihadapi. Temuan menunjukkan bahwa instrumen seperti suku bunga dan operasi pasar terbuka efektif di negara maju, namun di negara berkembang, efektivitasnya sering terhambat oleh masalah struktural. Selain itu, independensi bank sentral di negara maju cenderung lebih tinggi, memungkinkan kebijakan anti-inflasi yang lebih tegas. Di sisi lain, negara berkembang menghadapi keterbatasan kebijakan karena tekanan politik dan ketidakstabilan ekonomi. Penggunaan teknologi dan data real-time juga lebih unggul di negara maju, mendukung kebijakan yang lebih responsif. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun bank sentral di kedua kategori negara memiliki tujuan yang sama mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pendekatan dan tantangan yang dihadapi sangat beragam. Oleh karena itu, adaptasi kebijakan berdasarkan konteks spesifik setiap negara sangat diperlukan.
Copyrights © 2024