Penelitian ini menyelidiki fenomena perilaku cerewet pada istri dalam konteks rumah tangga, mengidentifikasi penyebabnya, dan mengeksplorasi strategi untuk mengelola dinamika tersebut demi mencapai keharmonisan dalam hubungan. Perilaku cerewet dipahami sebagai kebutuhan berkomunikasi dan diakui, sering kali muncul dari ketidakpuasan dalam dinamika hubungan, perbedaan kepribadian, serta tekanan kehidupan sehari-hari. Menggunakan studi kepustakaan dengan jenis penelitian kualitatif dan analisis deskriptif-analitik berdasarkan teori sistem keluarga Minuchin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perilaku cerewet pada istri dalam rumah tangga bisa dimengerti melalui faktor-faktor seperti ketidakpuasan dalam hubungan, perbedaan kepribadian, gaya komunikasi, dan tekanan sehari-hari. Seringkali, kecerewetan merupakan cara untuk menegaskan diri dan mengekspresikan ketidakpuasan. Mengatasi hal tersebut membutuhkan empati dan komunikasi efektif, termasuk mendengarkan aktif, memahami emosi yang mendasarinya, serta menetapkan waktu untuk dialog. Selain itu, pengembangan hobi bersama, penggunaan humor, dan introspeksi diri mendukung dinamika hubungan yang sehat. Berdasarkan analisis teori Salvador Minuchin tentang penyesuaian diri dalam keluarga memberikan penekanan pada batasan, subsistem, dan fleksibilitas yang jika diterapkan, dapat mengurangi kecerewetan dan meningkatkan harmoni keluarga. Komitmen bersama untuk mendukung dan memahami satu sama lain serta adaptasi dinamika keluarga merupakan kunci untuk memperkuat hubungan dan menciptakan keharmonisan.
Copyrights © 2024