Adultery is an offense or sin that harms oneself and others. Culprits of adultery will ordinarily get lawful and social sanctions from the encompassing community. This was too the case for the woman caught in adultery in John 8:1-11. The woman was judged unreasonably agreeing to the law by the religious leaders. But Jesus was there to give love and forgiveness to the adulterous woman. This article method uses a qualitative method through literature review to interpret content of John 8:1-11. The reason of this think about, the creator needs to supply cases and ways that Jesus gave as enlightening for the Church and workers of God in conducting pastoral services to assemblies or Christians who battle within the sin of adultery. Through this study, Christians, particularly hirelings of God, are able to mimic the state of mind of Jesus who excuses and goes with each Christian who falls into the sin of adultery. Perzinaan merupakan pelanggaran atau dosa yang merusak diri sendiri dan juga orang lain. Pelaku perzinaan biasanya akan mendapat sanksi hukum dan sosial dari masyarakat sekitarnya. Begitu juga yang dialami oleh perempuan yang kedapatan berzina dalam teks Yohanes 8:1-11. Perempuan tersebut dihakimi secara tidak adil sesuai hukum taurat oleh para pemuka agama. Tetapi Yesus hadir disitu memberikan kasih dan pengampunan bagi perempuan yang berzina tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui kajian pustaka dan studi eksposisi untuk menafsir teks Yohanes 8:1-11. Tujuan dari penelitian ini, penulis ingin memberikan bagaimana teladan dan cara yang Yesus berikan sebagai petunjuk bagi Gereja dan hamba Tuhan dalam melakukan pelayanan pastoral kepada jemaat atau orang Kristen yang bergumul dalam dosa perzinaan. Melalui penelitian ini, sekiranya orang orang Kristen terkhusus para hamba Tuhan mampu meneladani sikap Yesus yang mengampuni dan mendampingi setiap orang Kristen yang jatuh dalam dosa perzinaan.
Copyrights © 2024