This article provides significant insight regarding family-based parenting patterns which have strong implication for shaping the Christian character of adolescent children raised in a social community in a Christian orphanage. Basing a family-based parenting pattern on the Bible is a very appropriate choice because the principles of family-based parenting pattern, as taught by Moses to the Israelities, have had a long-term impact in which the personality of the Israelitie family was formed according to the tradition stated by God in Deuteronomy 6:4-9. This family-based parenting pattern was also exemplified by the Lord Jesus in His life and ministry, becoming an inspiration that is able to transform the character of teenegers undergoing a typical crisis at the age of searching for self-identity. The result guarantee expectations rather than maintaining a collective parenting pattern that provides general attention without considering the uniquesness of each individual adolescent child who is still experiencing ongoing identity struggles. So the family-based parenting pattern according to the Bible for teenegers at the “Budi Mulia” orphanage in Pekutatan, Jembrana Bali will soon be realized continuously or sustainably. This paper was preceded by qualitative research on leaders, caregevers, spiritual mentors, and several teenegers aged 12 to 18 years, as concrete experiences and events for a credible, constructive an tranformative solution.Artikel ini memberikan pemahaman signifikan terkait pola pengasuhan berbasis keluarga yang berimplikasi kuat membentuk karakter kristiani anak remaja diasuh dalam sebuah komunitas sosial di panti asuhan Kristen. Mendasari pola pengasuhan berbasis keluarga pada Alkitab merupakan pilihan yang sangat tepat karena prinsip-prinsip pola pengasuhan berbasis keluarga, seperti diajarkan Musa kepada bangsa Israel telah memberi dampak jangka panjang di mana kepribadian keluarga Israel terbentuk menurut tradisi yang difirmankan Tuhan dalam Ulangan 6:4-9. Pola pengasuhan berbasis keluarga ini pun diteladankan oleh Tuhan Yesus dalam hidup dan kehidupan pelayanan-Nya menjadi inspirasi yang mampu mentransformasi karakter anak remaja menjalani krisis khas di usia pencarian identitas diri. Hasilnya lebih menjamin ekspektasi ketimbang mempertahankan pola pengasuhan kolektif yang memberikan perhatian secara umum tanpa mempertimbangkan keunikan setiap individu anak remaja yang sedang mengalami pergumulan identitas masih berlangsung. Maka pola pengasuhan berbasis keluarga sesuai Alkitab bagi anak remaja di panti asuhan “Budi Mulia” Pekutatan, Jembrana Bali segera direalisasikan secara terus-menerus atau berkelanjutan. Karya tulis ini telah didahului penelitian kualitatif terhadap pemimpin, pengasuh, pembina rohani, dan beberapa anak remaja usia 12 tahun hingga 18 tahun, sebagai pengalaman dan peristiwa kongkret bagi suatu solusi kredibel, konstruktif, dan transformatif.
Copyrights © 2024