Untuk mendukung perkuliahan, sesuai dengan visi misi perguruan tinggi salah satu metode pembelajarannya adalah praktikum. Pembobotan praktikum disesuaikan dengan capaian pembelajaran Lulusan (CPL). STMIK AMIKOM SURAKARTA menerapkan kurang lebih 60% Praktikum. Dengan prosentase tersebut menyebabkan padatnya jadwal laboratorium praktikum, di STMIK AMIKOM SURAKARTA memiliki Asisten lab. Sedangkan UPT membutuhkan koordinator laboratorium untuk bertanggung jawab atas beroperasinya laboratorium praktikum. Setiap laboratorium membutuhkan Koordinator dengan kompetensi khusus dalam pengelolaanya. Profil matching adalah metode yang bisa dijadikan acuan, metode Profil matchingdigunakan untuk mengetahui tingkat kompetensi dari seluruh assisten yang direkrut sesuai dengan kompetensi setiap laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar metode Profil matching dapat mengetahui peluang tertinggi dari assisten praktikum untuk menjadi seorang koordinator laboratorium yang sesuai dengan kompetensinya. Penerapan metode Profil matching digunakan dalam pengambilan keputusan, Dari hasil pembobotan dan perengkingan untuk lab pemrograman didapatkan profil asisten lab atas nama octa selsa yang bepotensi menjadi koordinator lab pemrograman. Kata Kunci: assisten,kompetensi, laboratorium, profil matching,perengkingan
Copyrights © 2024