Abstrak Film “Ikhlas” merupakan film religi kompetisi film pendek islami (KFPI) 2022 berdasarkan kisah Religi, Produser film sekaligus penulis film yaitu, Benny pratama. Sepasang suami istri yang hidup sederhana disebuah kampung, dimana istrinya yang bernama siti, sedang hamil tua, saat itu siti sedang mengidam martabak, suami yang bernama junet ini seorang pekerja keras, syukurnya junet mendapat mendapat upah hasil kerja kerasnya, dan mereka berencana membeli martabak, namun sesaat hendak pergi siti mencuim aroma sedap ditetangganya, tak disangka setelah datang kerumah tetangganya itu, ternyata makanan yang dimasak, makanan yang tidak layak, jadilah siti dan junet memberikan seluruh uangnya kepada tetangganya dengan hati ikhlas. Pesan moral islami merujuk pada akhlak yang merupakan beberapa sifat terpuji yang diisyaratkan sesuai Hadist dan Al-Qur’an dan Sunnah Rosul. Secara keseluruhan film “ikhlas” kaya akan simbol dan makna tentang berbagai ajaran Islam. Karena hal inilah penulis tertarik untuk meneliti film “ikhlas”. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasi pesan moral islami yang terkandung pada Film ”ikhlas”. Teori Semiotika Model Triadic Charles Sanders Peirce digunakan sebagai pendekatan sekaligus metode analisis dalam penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi dengan menonton film secara keseluruhan. Berdasarkan analisis menggunakan Model Triadic hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pesan moral islami yang terkandung dalam Film ”ikhlas”, yakni: etika seorang muslim, sikap sopan, ramah, ikhlas dan tawakal. Saran yang ingin disampaikan oleh peneliti yaitu hendaknya kita memahami pesan moral apa saja yang terdapat pada film sehingga mampu dan dapat diterapkan ke kehidupan sehari-hari. Kata-kata kunci: film, pesan moral islami, semiotika, simbol
Copyrights © 2024