Pembakaran sampah rumah tangga disekitar rumah telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di padukuhan Jatisawit. Sampah menjadi masalah utama yang dialami warga padukuhan Jatisawit Pertumbuhan populasi yang pesat, urbanisasi yang terus meningkat, dan produksi sampah yang melonjak telah menciptakan tantangan serius dalam pengelolaan sampah di wilayah ini. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini, metode pengelolaan sampah secara mandiri telah muncul sebagai pendekatan yang menjanjikan. Metode ini melibatkan partisipasi aktif individu, keluarga, komunitas, dan pemangku kepentingan lokal dalam mengelola sampah mereka sendiri, termasuk praktik pengumpulan, pemilahan, pengurangan, dan daur ulang sampah. Artikel ini menjelaskan permasalahan sampah di Kabupaten Sleman, langkah-langkah yang dapat diambil dalam menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri, dan manfaatnya. Metode ini dapat mengurangi dampak lingkungan negatif, meningkatkan kesadaran lingkungan, mendukung kemandirian, dan memberikan manfaat sosial dan ekonomi kepada masyarakat setempat. Melalui edukasi dan kesadaran, Kabupaten Sleman dapat mengambil langkah-langkah konkret menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat lokal. Serta pentingnya peran Bank Sampah guna menekan sampah anorganik yang banyak dimasyarakat, selain itu Biopori menjadi alternatif untuk menangani sampah organik rumah tangga.
Copyrights © 2023